Daily Jogja, Opini - Transformasi sektor pertanian menuju sistem yang berdaya saing dan berkelanjutan tidak lagi hanya bergantung pada teknologi dan modal, tetapi juga pada kualitas manajemen sumber daya manusia (SDM). Para akademisi dan praktisi menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan pertanian modern di Indonesia.
Manajemen sumber daya manusia (SDM)
dalam pertanian mencakup perencanaan tenaga kerja, pengembangan kompetensi
petani, peningkatan kapasitas manajerial, serta penciptaan sistem kerja yang
adaptif terhadap perubahan iklim dan pasar. Tantangan utama saat ini adalah
menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian serta masih rendahnya
tingkat pendidikan dan keterampilan tenaga kerja pertanian di berbagai daerah.
Menurut para ahli, pendekatan
manajemen sumber daya manusia (SDM) yang konvensional tidak lagi memadai.
Pertanian modern menuntut petani dan pelaku agribisnis memiliki kemampuan
teknis, pemahaman teknologi digital, serta keterampilan kewirausahaan. Oleh
karena itu, program pelatihan berbasis kebutuhan, pendampingan berkelanjutan,
dan penguatan kelembagaan petani menjadi agenda strategis yang harus diperkuat.
Di tingkat kebijakan ini,
pemerintah mulai mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian
melalui pendidikan vokasi, regenerasi petani, serta integrasi teknologi
informasi dalam sistem penyuluhan. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan
tenaga kerja pertanian yang produktif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar
global.
Bagi dunia akademik, isu manajemen sumber
daya manusia (SDM) pertanian menjadi bidang kajian yang semakin relevan,
terutama dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta dinilai
penting untuk menghasilkan model pengelolaan SDM pertanian yang efektif dan
berbasis riset.
Dengan penguatan manajemen sumber daya manusia (SDM), sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai sektor ekonomi yang modern, profesional, dan menarik bagi generasi masa depan.
Penulis: Ricky Agung Cahyono, Mahasiswa S2 Magister Manajemen, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Editor : Bella Grace

Komentar0