| Kegiatan Workshop Evaluasi Kurikulum OBE membahas komparasi Program Studi PGSD dan PGMI sebagai strategi penguatan mutu pendidikan dasar. |
Daily Jogja, Malang,
26 Juni 2026,
Upaya penguatan mutu pendidikan tinggi terus dilakukan melalui penyelarasan
kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dalam rangka
meningkatkan kualitas penyelenggaraan program studi pendidikan guru, telah
diselenggarakan Workshop Evaluasi Kurikulum OBE: Komparasi Program Studi
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah (PGMI) yang diikuti oleh dosen, pengelola program studi PGMI,
dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatan
ini menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam
pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, yaitu Prof. Dr. Fauzan, M.A.,
Guru Besar sekaligus dosen dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Widya
Karmila Sari Achmad, M.Pd., Ketua Himpunan Dosen PGSD Indonesia, serta Dr.
Andi Prastowo, M.Pd.I., Ketua Umum PD-PGMI Indonesia.
Dalam
pemaparannya, Prof. Dr. Fauzan, M.A. menegaskan bahwa implementasi kurikulum
OBE harus berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan yang relevan dengan
kebutuhan masyarakat, dunia kerja, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Menurutnya, evaluasi kurikulum perlu dilakukan secara berkala untuk
memastikan kesesuaian antara profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan
kajian, dan strategi pembelajaran yang diterapkan di perguruan tinggi.
Sementara
itu, Prof. Widya Karmila Sari Achmad, M.Pd. menyampaikan pengalaman dan praktik
baik pengembangan kurikulum pada program studi PGSD. Ia
menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi OBE sangat ditentukan oleh
keterpaduan antara perencanaan pembelajaran, asesmen, dan pencapaian kompetensi
lulusan. Selain itu, kolaborasi antarlembaga dan asosiasi profesi menjadi
faktor penting dalam menjaga kualitas kurikulum yang adaptif terhadap tantangan
pendidikan abad ke-21.
Pada sesi berikutnya, Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I.
memaparkan perkembangan kurikulum pada program studi PGMI di berbagai perguruan
tinggi keagamaan Islam. Ia menekankan pentingnya penguatan karakter keislaman,
kompetensi pedagogik, serta literasi digital dalam desain kurikulum PGMI
berbasis OBE dengan telah menetapkan Body of Knowledge (BoK). Menurutnya,
komparasi antara kurikulum PGSD dan PGMI menjadi langkah strategis untuk
menemukan titik temu sekaligus keunggulan khas masing-masing program studi
dalam menyiapkan guru pendidikan dasar yang profesional. Dengan tegas Ketua
Umum PD-PGMI Indonesia menetapkan tambahan 3 (tiga) penciri khas keprodian
PGMI; [1] Komunikasi Profetik Antarbudaya dalam Pendidikan Dasar Islam, [2] Etika
Profesi Guru MI, [3] Ilmu Pendidikan Dasar Islam, selain 5 (lima) maata
pelajaran wajib yaitu Matematika, PKn, IPS, IPA, dan Bahasa Indonesia di
jenjang pendidikan dasar.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui diskusi
panel, studi dokumen kurikulum, serta sesi tanya jawab yang membahas berbagai
aspek implementasi OBE, mulai dari penyusunan profil lulusan, perumusan Capaian
Pembelajaran Lulusan (CPL), pemetaan bahan kajian, hingga pengembangan sistem
asesmen yang terukur dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh wawasan
komprehensif mengenai praktik pengembangan dan evaluasi kurikulum OBE pada
program studi PGSD dan PGMI. Hasil workshop diharapkan menjadi rekomendasi
strategis bagi perguruan tinggi dalam melakukan penyempurnaan kurikulum yang
lebih relevan, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan
pendidikan dasar di Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk
memperkuat sinergi antara program studi PGSD dan PGMI, asosiasi profesi, serta
para pakar pendidikan dalam mewujudkan kurikulum yang unggul dan responsif
terhadap kebutuhan pendidikan masa depan.
Komentar0