| Muhammad Nafi Nusron bersama tim KKN UNY menyerahkan alat pengukur tinggi badan digital kepada kader Posyandu Padukuhan Gading Kulon. |
Muhammad Nafi Nusron, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri
Yogyakarta (UNY) dari Program Studi Teknik Elektro, melaksanakan program kerja
individu berupa pembuatan dan penyerahan alat pengukur tinggi badan digital
untuk mendukung layanan Posyandu di Padukuhan Gading Kulon, Kalurahan
Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, pada Sabtu, 12 September 2026.
Program yang menjadi tanggung jawab utama Nafi ini dikerjakan dengan bantuan
empat rekan satu tim KKN. Kegiatan difokuskan pada penyediaan alat bantu pengukuran
tinggi badan berbasis mikrokontroler sebagai solusi atas kebutuhan alat ukur
yang lebih praktis, cepat, dan akurat dalam pelayanan Posyandu.
Posyandu berperan penting dalam memantau tumbuh kembang warga di tingkat Padukuhan,
dan pengukuran tinggi badan menjadi salah satu bagian dari upaya deteksi dini
status gizi. Namun, pengukuran yang dilakukan secara manual masih memiliki
keterbatasan, terutama dari sisi waktu dan ketelitian pembacaan hasil. Kondisi
inilah yang mendorong Nafi merancang alat ukur digital yang dapat membantu
kader bekerja lebih efisien.
Muhammad Nafi Nusron menjelaskan bahwa program ini dipilih untuk merespons
kebutuhan mendesak yang dihadapi kader dalam kegiatan Posyandu setempat.
"Kami melihat proses pengukuran tinggi badan secara manual masih memakan
waktu dan rawan salah baca, apalagi saat Posyandu ramai. Oleh karena itu, kami
merancang alat pengukur tinggi badan digital berbasis mikrokontroler ESP32 agar
kader bisa bekerja lebih cepat dan akurat," ujarnya. Ia menambahkan bahwa
alat ini dirancang agar mudah dioperasikan secara mandiri oleh kader, sehingga
manfaatnya tetap terasa meski masa KKN telah selesai.
Nafi juga menyampaikan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat
partisipatif. Prosesnya dimulai dari observasi kegiatan Posyandu untuk memahami
kebutuhan di lapangan, dilanjutkan koordinasi dengan perangkat desa dan kader,
hingga demonstrasi langsung penggunaan alat sebelum diserahkan. Dengan cara
ini, alat yang dihasilkan diharapkan benar-benar sesuai dengan cara kerja kader
sehari-hari.
Program kerja individu bertajuk "Rancang Bangun Alat Pengukur Tinggi
Badan Digital untuk Kegiatan Posyandu" ini dirancang dan direalisasikan
oleh Muhammad Nafi Nusron dari Program Studi Teknik Elektro. Dalam
pelaksanaannya, ia dibantu oleh empat rekan satu tim KKN, yaitu Isro Faiz
Gumilang, Iqbal Mustafa, Shintia Nurcholisa, dan Arlinda Aisya Maharani. Meski
program ini merupakan tanggung jawab individu, dukungan rekan-rekan satu tim
membantu kelancaran berbagai tahap kegiatan, mulai dari persiapan hingga penyerahan
alat kepada Posyandu.
| Proses uji coba dan kalibrasi alat pengukur tinggi badan digital agar hasil pengukuran akurat, dikerjakan Nafi bersama rekan-rekan satu tim. |
Prosesnya diawali dari menyusun konsep program kerja sekaligus menentukan
spesifikasi dan komponen alat yang dibutuhkan. Sebelum dirakit, rangkaian
elektroniknya disimulasikan lebih dulu agar risiko kesalahan dapat ditekan
sejak awal.
Setelah rancangan matang, tahap perakitan dimulai, mulai dari penyolderan
pin header, perakitan komponen pada PCB, hingga penyusunan rangka. Seluruh
sistem elektronik, mulai dari sensor, LCD, buzzer, hingga tombol, kemudian
dimasukkan ke dalam satu kesatuan alat yang siap digunakan. Alat lalu melalui
tahap kalibrasi agar hasil pengukurannya benar-benar akurat, sebelum akhirnya
diserahkan secara simbolis kepada Posyandu Gading Kulon disertai sosialisasi
cara penggunaannya kepada kader.
Alat pengukur tinggi badan digital berbasis ESP32 yang menampilkan hasil pengukuran pada layar LCD.
Dalam sambutannya, Kepala Dukuh Gading Kulon, Nurwan Hidayat, menyambut
baik kehadiran para mahasiswa dan mengapresiasi kontribusi nyata yang dibawa
oleh UNY. "Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa UNY di Gading Kulon.
Semoga alat ini bisa terus dimanfaatkan kader untuk mendukung pelayanan
kesehatan warga, khususnya lansia," ujar Nurwan Hidayat.
Kegiatan KKN ini sekaligus
mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, yaitu:
- IKU 2: Mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus
melalui keterlibatan dalam kegiatan pengabdian.
- IKU 3: Dosen berkegiatan di luar kampus melalui
pendampingan lapangan yang intensif.
- IKU 7: Proyek lapangan kolaboratif yang bersifat
partisipatif dan berdampak langsung.
Program ini juga sejalan dengan
Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan
Sejahtera) karena alat ini mendukung pemantauan tumbuh kembang balita di
Posyandu sebagai upaya deteksi dini status gizi. Selain itu, program ini sejalan
dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena merupakan produk
inovasi teknologi berbasis mikrokontroler yang dirancang untuk menjawab
kebutuhan layanan kesehatan di tingkat Padukuhan.
Lebih dari itu, program ini merupakan wujud nyata inisiatif
"Diktisaintek Berdampak", yaitu kolaborasi dunia pendidikan tinggi,
sains, dan teknologi dalam menyelesaikan isu-isu strategis nasional, seperti
kesehatan masyarakat, inovasi teknologi tepat guna, dan pembangunan
berkelanjutan.
Dengan mengusung semangat UNY Berdampak, kegiatan KKN di Gading Kulon
diharapkan mampu menjadi inspirasi program serupa di Padukuhan-Padukuhan lain.
Program ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara mahasiswa, dosen,
pemerintah desa, dan kader Posyandu dalam mendorong layanan kesehatan yang
lebih baik dari akar rumput.
Kontak Media: Muhammad Nafi
Nusron
Komentar0