TUroTpA6GpM9BSz0GSA9TpW9TY==

Mahasiswa PK UNY Tanamkan Kesadaran Daur Ulang Limbah Konstruksi Siswa SMK Negeri 2 Depok

Siswa XI KGS SMK Negeri 2 Depok melakukan praktik di bengkel batu

SLEMAN - Limbah konstruksi kerap menjadi persoalan lingkungan yang serius apabila tidak dikelola dengan baik. Penumpukan sisa limbah proyek bangunan ini tidak hanya mengurangi estetika dan mencemari lingkungan, tetapi juga menunjukkan bahwa rendahnya efisiensi penggunaan material.

Seiring meningkatnya kegiatan pembangunan, terutama di area sekolah, volume limbah konstruksi terus bertambah dan menuntut solusi pengelolaan yang tepat.

Melihat fenomena tersebut, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 2 Depok Sleman melaksanakan kegiatan inovatif berupa pemanfaatan limbah konstruksi untuk pembuatan bangku taman.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 31 Agustus 2026 hingga 7 September 2026 di bengkel batu SMK Negeri 2 Depok Sleman, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XI Konstruksi Gedung dan Sanitasi (KGS) yang berjumlah 36 siswa dan dibagi menjadi 9 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 4 siswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata pelajaran praktik yang diampu oleh mahasiswa Praktik Kependidikan Program Studi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Negeri Yogyakarta.

Selain menjalankan tugas akademik, kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi dunia pendidikan vokasi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK mengajak siswa untuk melihat persoalan limbah sebagai peluang untuk belajar dan berkarya, serta menghasilkan produk bernilai guna.

Dalam praktik ini, siswa memanfaatkan limbah konstruksi seperti usuk dan multipleks yang dimanfaatkan sebagai bekisting, limbah wiremesh sebagai tulangan struktur pelat bangku, limbah keramik, limbah bata ringan (hebel), limbah pipa PVC, dan banyak lainnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan siswa dalam praktik konstruksi beton bertulang sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah konstruksi menjadi produk bernilai guna.

Proses pelaksanaan diawali dengan pengumpulan dan penyortiran limbah sisa proyek konstruksi, seperti limbah multipleks, keramik, wiremesh, pipa PVC, kayu usuk, dan banyak lainnya.

Material yang masih layak kemudian dibersihkan, diukur, dan dipotong sesuai dengan kebutuhan. Setelah material terkumpul, dilanjutkan dengan membuat desain bangku taman menyesuaikan dengan jumlah material yang ada.

Selanjutnya, siswa melaksanakan praktik secara bertahap, dimulai dengan membuat patokan dengan memanfaatkan limbah besi tulangan, dilanjutkan membuat pilar batu bata, merakit bekisting, dan memasang wiremesh sebagai tulangan struktur bangku.

Setelah rangka siap, kemudian dilakukan pengecoran beton dan diakhiri dengan melakukan finishing berupa plesteran, acian, dan pemasangan keramik.

Selama kegiatan, mahasiswa Praktik Kependidikan berperan sebagai pendamping dan memberikan arahan teknis terkait keselamatan kerja, menjelaskan setiap tahapan pekerjaan kepada siswa, dan memastikan setiap tahapan dilakukan dengan benar.

Siswa juga dilatih untuk menggunakan alat secara aman, disiplin, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik, lembaga, dan lingkungan sekitar.

Bagi siswa, pengalaman ini dapat meningkatkan keterampilan teknis di bidang konstruksi sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah dan daur ulang material.

Selain hard skill, siswa juga berlatih soft skill seperti kerja sama kelompok, komunikasi, pemecahan masalah, ketelitian, dan tanggung jawab.

Bagi sekolah, bangku taman yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana penunjang kenyamanan lingkungan sekolah. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah ini dapat mengurangi volume limbah konstruksi yang berpotensi mencemari lingkungan dan meningkatkan nilai estetika sekolah.

Kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan beberapa tujuan SDGs, peningkatan kompetensi praktik siswa secara langsung melalui pembelajaran berbasis proyek nyata (tujuan SDG 4 pendidikan berkualitas), upaya daur ulang limbah konstruksi menjadi produk yang bernilai guna (tujuan SDG 12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), dan hasil akhir berupa bangku taman yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas umum di lingkungan sekolah (tujuan SDG 11 kota dan permukiman berkelanjutan).

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat terus mengembangkan kreativitas dan kepedulian terhadap isu keberlanjutan lingkungan, tidak hanya dalam lingkup pembelajaran di sekolah, tetapi juga dalam praktik kerja di dunia industri.

Kegiatan pemanfaatan limbah konstruksi ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang terus dikembangkan dengan variasi produk lain di masa mendatang, sehingga budaya peduli lingkungan dapat tertanam kuat dalam diri generasi penerus di bidang konstruksi.

Penulis: Hilwa Aufa Rafiqi
Email: aufahilwa21@gmail.com

Komentar0

Type above and press Enter to search.