![]() |
| Proses pemasangan inovasi kincir air yang terbuat dari bahan limbah daur ulang pada struktur rangka besi bekas PLTA di saluran irigasi persawahan Dusun Cageran |
Daily Jogja, Sleman - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) sukses merealisasikan program pengabdian masyarakat yang inovatif dan terintegrasi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Program pengabdian ini bertajuk "Instalasi Kincir Air Edu-Eko Wisata Berbahan Daur Ulang" yang dilaksanakan di kawasan saluran irigasi Dusun Cageran, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari
peran institusi pendidikan tinggi dalam mengoptimalkan potensi lokal yang ada
di lingkungan masyarakat. Melalui inisiatif ini, perguruan tinggi tidak hanya
berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga turut serta dalam membangun
kesadaran lingkungan yang mendalam melalui pendekatan edu-eko wisata.
Pemanfaatan fasilitas yang sudah ada dipadukan dengan kreativitas akademisi
mampu memberikan nilai tambah yang sangat signifikan bagi kelestarian alam dan
lingkungan perdesaan di wilayah Kabupaten Sleman, DIY.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan sebuah langkah konkret pembuatan kincir air edukatif yang memanfaatkan limbah daur ulang berupa galon air bekas dan velg sepeda, yang kemudian dipasang pada infrastruktur lokal yang terbengkalai, yakni struktur rangka besi bekas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) lama di saluran irigasi persawahan. Tim KKN UNY Padukuhan Cageran yang menjadi pelaksana utama dipimpin oleh Roy Wira Aryono Jelipele sebagai penulis utama dan ketua tim, bersama empat anggotanya yaitu Syurahbil Muhbit, Nazwa Yuan Adelia Putri, Istianah Latifatuz Zahra, dan Desvika Kristiani Sari, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Kiromim Baroroh, S.Pd., M.Pd.. Program inovatif ini dilaksanakan dalam rentang waktu bulan Juli hingga September 2026 yang berlokasi di Dusun Cageran, Sleman.
Tujuan dari program ini adalah untuk mengoptimalkan potensi ekowisata lokal desa sekaligus mengedukasi warga sekitar mengenai pentingnya pemanfaatan limbah daur ulang agar menjadi karya fungsional yang bernilai estetika tinggi. Dalam proses pengerjaannya, perakitan dan fabrikasi teknis dilakukan secara bergotong royong di bengkel milik Bapak Margiyono, yang juga merupakan tokoh masyarakat dan menjabat sebagai Ketua RT 05 Dusun Cageran.
Tim mahasiswa melakukan proses
pengeboran (drilling) secara cermat pada struktur besi rangka eks PLTA untuk
memasang dudukan pillow block bearing. Teknik ini dirancang khusus
sehingga menghasilkan instalasi kincir air yang sangat kokoh, presisi, serta
mampu berputar dengan halus (smooth) tanpa memberikan dampak negatif
berupa kerusakan pada dinding irigasi maupun mengurangi debit aliran air yang
sangat krusial bagi persawahan warga setempat.
Keberhasilan pemasangan kincir air ini memberikan dampak positif berkat keterlibatan aktif masyarakat lokal, yang meliputi kolaborasi antara mahasiswa, tokoh masyarakat seperti Dukuh Cageran dan Ketua RT 05, serta partisipasi warga setempat. Kegiatan ini memiliki keterkaitan langsung dengan setidaknya tiga indikator utama dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, inisiatif ini mendukung pencapaian SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, karena program ini berhasil melakukan penataan ruang publik di kawasan pintu air menjadi spot ikonik untuk pengembangan kawasan wisata desa. Kedua, program ini sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Hal tersebut dibuktikan melalui
pemanfaatan langsung limbah daur ulang berupa galon bekas dan velg sepeda, yang
sekaligus memberikan edukasi nyata perihal pengelolaan sampah menjadi barang
bermanfaat, selaras dengan prinsip kemandirian lingkungan. Ketiga, kegiatan ini
merupakan wujud nyata dari implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai
Tujuan, yang memvisualisasikan pentingnya kolaborasi dan kemitraan harmonis
antara pihak akademisi, pemerintah tingkat padukuhan, serta elemen masyarakat
lokal dalam mencapai tujuan bersama.
Kelancaran dan keberhasilan seluruh rangkaian program kerja ini tentu tidak terlepas dari proses perizinan, arahan strategis, dan dukungan penuh yang diberikan oleh aparatur desa setempat, khususnya Bapak Okky Linggarjati selaku Dukuh Cageran. "Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi kerja mahasiswa KKN UNY.
Pemanfaatan fasilitas rangka lama dan bahan daur ulang ini tidak hanya memperindah lingkungan irigasi, tetapi juga berhasil menghadirkan ikon baru yang potensial untuk mendukung pengembangan kawasan edu-eko wisata Dusun Cageran," tutur Okky Linggarjati saat memberikan apresiasinya terhadap program tersebut.
Ke depan, keberadaan instalasi kincir air ini diharapkan dapat terus memicu dan meningkatkan kesadaran warga desa dalam mengolah sampah daur ulang menjadi hal yang berguna. Selain itu, program ini diproyeksikan mampu memperkuat dan mengembangkan potensi wisata lingkungan secara berkelanjutan, sehingga kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat dapat terus bertumbuh sejalan dengan pelestarian lingkungan.

Komentar0